Sekilas Mengenal Uninterruptible Power Supply (UPS)

Dalam penggunaan perangkat komersial yang membutuhkan daya listrik, keandalan pasokan daya listrik menjadi hal yang vital. Di Indonesia pemutusan pasokan daya listrik menjadi hal yang umum terjadi secara tiba-tiba. Hal ini merupakan hal yang sangat mempengaruhi kinerja perusahaan terutama dalam hal kontinuitas pekerjaan dan tingkat ketahanan perangkat terhadap kerusakan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas daya listrik dalam hal pasokan daya adalah penggunaan Uninterruptible Power Supply (UPS). Pada artikel ini akan coba dibahas sekilas mengenal Uninterruptible Power Supply (UPS) baik fungsi maupun komponennya.

UPS mempunyai beberapa fungsi dasar yaitu:

  1. Menahan kenaikan daya listrik yang terjadi tiba-tiba
  2. Mengurangi gangguan-gangguan kecil kualitas pasokan listrik (noise(s)).
  3. Mengurangi efek merusak fluktuasi tegangan listrik dari pasokan daya utama (PLN).
  4. Memberikan pasokan daya sementara pada saat terjadi pemadaman pasokan listrik dari PLN).

Komponen-komponen Utama Uninterruptible Power Supply(UPS)

Selain mengenal fungsi-fungsi dasar dari Uninterruptible Power Supply (UPS), kita juga sebaiknya harus mengenal skema kerja dan komponen UPS. Dengan pemahaman terhadap dasar-dasar komponen dan fungsi UPS, akan lebih banyak diketahui potensi masalah pada sistem UPS dan bagaimana menghindarinya. Pada umumnya sistem UPS yang dipergunakan secara luas adalah “Online Double Conversion UPS”, dimana pada sistem ini daya arus listrik VAC dari sistem PLN masuk ke sistem UPS, dikonversi ke sistem VDC untuk pasokan daya baterai UPS, kemudian dikonversi kembali ke VAC untuk memasok listrik ke perangkat yang membutuhkan.

Secara singkat skema kerja komponen dari UPS terdiri dari:

Uninterruptible Power Supply

 

 

 

 

  1. Static bypass: merupakan sistem yang mengatur pemindahan daya dari sumber daya uatama (PLN) ke sistem UPS (rectifier, dijelaskan selanjutnya) pada saat terjadi kegagalan pasokan listrik uatam (PLN) maupun mengembalikan sistem pasokan daya dari sistem UPS ke sistem utama (PLN) pada saat pasokan daya utama kembali normal.
  2. Rectifier: mempunyai 2 fungsi utama, yaitu pertama untuk mengisi daya pada baterai UPS shingga baterai siap untuk memasok daya listrik pada saat dibutuhkan. Kedua adalah untuk mengkonversi arus listrik VAC ke VDV pada saat ada pasokan daya dari PLN untuk mengisi baterai UPS dan kemudian mengubah kembali arus listrik VDC ke VAC untuk memasok daya ke perangkat yang membutuhkan daya listrik.
  3. Baterai: merupakan komponen utama dari UPS untuk mengatasi kegagalan pasokan daya listrik ke perangkat. Pada umumnya UPS menggunakan baterai jenis lead-acid.Biasanya UPS terdiri dari beberapa baterai dalam satu rangkaian seri tergantung dari kebutuhan daya yang diinginkan. Rangkaian seri baterai pada UPS ini menimbulkan konsekuensi bahwa apabila salah satu baterai mengalami kegagalan fingsi, maka semua sistem rangkaian baterai juga akan mengalami kegagalan. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi kegagalan sistem baterai UPS adalah umur penggunaan dari baterai.
  4. inverter:berfungsi untuk memasok daya listrik VDC ke VDC yang dipasok dari rectifier dan baterai.

Komponen-komponen Lain Uninterruptible Power Supply (UPS)

Selain dari komponen utama diatas terdapat komponen-komponen lain yang juga harus diperiksa dan dirawat secara rutin untuk menjaga kondisi UPS tetap dalam kondisi yang prima. Komponen-komponen tersebut antara lain:

  1. Kipas angin pendingin UPS (fans)
  2. AC dan DC Capacitors
  3. Koneksi internal UPS
  4. Air Filters
  5. Power Supply
  6. Contactors
  7. Relays (tempel maupun las)

Demikian artikel singkat ini, pada tulisan selanjutnya akan dibahas mengenai pengujian Uninterruptible Power Supply (UPS) dalam rangka pemeriksaan dan perawatan yang biasa disebut UPS stress test. Pengujian berupa UPS stress test dilakukan untuk memberikan penilaian kondisi UPS apakah masih layak atau tidak untuk dipergunakan

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: