POWER QUALITY ANALYZER: SEBUAH ULASAN SINGKAT

Apabila sebelumnya kita sudah membahas mengenai power quality, pada tulisan ini akan membahas alat yang disebut Power Quality Analyzer (PQA). Di Dunia pada Umumnya dan di Indonesia pada khususnya, Power Quality Analyzer digolongkan kedalam kelas-kelas untuk menggambarkan kemampuan pengukuran. Power Quality Analyzer merupakan suatu alat yang berfungsi untuk analisa meter daya yang dapat dipergunakan untuk mengukur power quality mulai dari sistem kelistrikan fasa  tunggal sampai dengan tiga fasa dengan tingkat presisi dan akurasi tinggi. PQA dapat digunakan sebagai perangkat analisis kualitas daya untuk memantau dan merekam anomali catu daya. PQA memungkinkan penyebab anomali catu daya diselidiki dengan cepat, seperti drop voltase, flicker, harmonic, dan masalah listrik lainnya.

Bentuk dan Mobilitas Power Quality Analyzer

Dilihat dari bentuk, PQA dapat berbentuk alat ringkas yang dapat dibawa-bawa dengan mudah (portable) atau alat yang diletakkan di atas media penyimpan khusus seperti meja atau kabinet (benchtop). Pada umumnya PQA berbentuk portable lebih disukai karena lebih bisa mengakomodasi kebutuhan mobilitas pengukuran para teknisi. PQA benchtop biasanya ditujukan khusus untuk keperluan pengujian dalam kondisi terkendali (contoh: laboratorium, divisi reseach and development(R&D), dll). Pada Perangkat Benchtop dipergunakan lebih spesifik untuk Power Analizer perangkat spesifik (analisis motor, inverter, dll).

HiokiPW3198 power quality analyzer

Power Quality Analyzer (Portable)

HiokiPW3390-Power-Analyzer

Power Analyzer (Benchtop)

 

Kelas dan akurasi Power Quality Analyzer

Di Dunia pada Umumnya dan di Indonesia pada khususnya, PQA digolongkan kedalam kelas-kelas (class)untuk menggambarkan kemampuan pengukuran dalam penggunaan, kelas-kelas tersebut adalah:

  1. Class A. Digunakan untuk akurasi pengukuran yang memberikan konfirmasi standar dan kesesuaian (compatability) atau solusi yang argumentatif. Untuk akurasi pengukuran, detil-detil diselaraskan seperti untuk akurasi waktu, perhitungan metode RMS, metode proses data, dll. Ketika 2 atau lebih perangkat PQA class A dihubungkan pada suatu sistem dengan sinyal listrik yang sama, maka akan menghasilkan hasil perhitungan yang sama.
  2. Class S. Digunakan survei statistik dan aplikasi kontraktual yang tidak mempunyai risiko perselisihan perhitungan dengan pihak ekternal pengguna hasil pengukuran dan perhitungan perangkat PQA. (contoh: pengukuran power quality untuk kepentingan internal perusahaan). Akurasi dan performa perangkat PQA kelas S tidak seketat pada PQA kelas A.
  3. Class B. Pengukuran dengan perangkat PQA kelas B hanya memberikan hasil indikatif, tergantung dari metode perhitungan. Hal ini berarti perhitungan dengan 2 atau lebih alat yang berbeda dengan metode yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda. Perangkat PQA kelas B dipergunakan hanya untuk demand analysis, pengukuran jejak disturbance ringan yang tidak mensyaratkan akurasi dan kesesuaian tinggi (contoh: troubleshooting, dll.).

Standar tersebut diatas menggunakan standar kesesuaian (compliance) dengan standar yang dikeluarkan oleh International Electrotechnical Commission (IEC). Standar tersebut dituangkan dalam  IEC 61000-4-30 (Testing and Measurement Techniques- Power Quality Measurement Methods).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: